masalah bukan untuk di tangisi.
maulana kenapa kau begitu rakus?
kenapa kau tak berbagi?
syamsi kenapa kau tak ajarkan kepada kami?
citamu cinta, begitupun aku. namun aku begitu jauh.. jauh tanah ke langit..
aku hanya berdialog dengan kaca diri. akupun ingin seperti mereka tapi aku tahu diri itu hanya khayalan.
di penjara ego, di kekang amarah, di kurung nafsu. nurani yang jernih hnaya melongo, sang aku hanya menjerit.
ya Allah maafkan kami..
ya Rosulullah inilah umatmu yang bandel.. maaafkan. ingin aku bercerita kepadamu. hanya sekedar bercerita.. menatapmu bisa menyapamu.
ya Allah sampai salam tuk kekasihMU Muhammad rinduku untuknya. sampaikan salam buat keluarganya tercinta ingin aku bersua.
ketika semua di tanya kenapa.
semua berujung “tidak tahu” “tidak tahu” “tidak tahu”
yang tahu hanya yang maha tahu. kita hanya sok tahu..
kita hanya diam dan menunggu.
Tinggalkan sebuah tanggapan »