Oleh: sangabid | Maret 16, 2009

bahagia

Kebahagiaan

Kebahagaiaan ada dalam dada bukan dalam harta. “Apakah sama orang yang dibukakan dadanya dengan islam “ firman Allah. Islam adalah awal dari bahagia. Iman inti dari keterbukaan. Dan ihsan penyingkapan Tuhan untuk kebahagiaan yang tak terkira.

Pengalaman ruhani menjadi modal dalam menapaki perjalanan menuju cita-cita kepada Allah. Peliharalah kesadaran dalam ingat. Rasakan getaran-getaran Allah yang merasuk dalam dada yang merindingkan lapisan kulit.

Kebanyakan orang menyangka pikiran kita hebat. Mungkin itu lebih baik dari orang yang menganggap pikiran buruk. Yang hebat adalah ketika pikiran kita serahkan, ketika badan kita pasrah. Ketika badan selaras dalam alam. ketika Allah menggerakan ruh kita menyambung dalam kehendaknNYA. Tak mungkin bisa sampai ke Allah selama masih menggunakan kekuatan aku. Untuk mencapai matahatri adalah dengan media cahayanya. Cahaya mataharilah yang sampai ke inti matahari. KekuatanNya yang menyampaikan Kesana.

Menyaksikan dunia yang gemerlap dalam gerak Allah, menyibak kebuntuan dengan mendengar bisikan Allah. Ketika sang ruh tak kuasa menahan gesekan dengan sang Kholik. Perjalanan menuju Maha Rahman memang berat namun mengasyikan. Duri terasa manis ketika sang Kekasih menunggu dalam surgaNya.

Sungguh kasihan manusia yang sombong dalam amal. Menyedihkan manusia yang angkuh dalam sujudnya. Merasa tinggi dalam rukuknya. Mencoba menantang kekuasaan Tuhan perbuatan yang sangat-sangat bodoh. Ya Allah ikhlaskan,ikhlaskan, ikhlaskan hati ini. Ridhokan jiwa ini. Bebaskan dari pandangan yang menipu. Biarkan pasrah menerima ketentuanMu.

Wahai jiwa yang resah datanglah pada Allah. Sebut namaNya sebanyak-banyaknya isi periukmu dengan air kehangatan yang setiap saat dihidangkan Tuhan. Namun kita begitu lalai. Detik-detik berharga dalam dzikir. Detak jantung, hembusan nafas, sejuknya angin, hangatnya mentari adalah ayat Allah, ada dzikir di sana ada cinta dalam anugrahnya.

Waspada terhadap tipu daya diri, hati-hati dari kebodohan keinginan, awas dengan pintarnya akal berpikir, atau perasaan yang sering merasa kasihan, langkahkan kaki mu dengan petunjuk Allah, atau bertanya pada orang yang diberi petunjuk. Telaah lingkungan, amati alam raya, baca Al qur’an. Taati orang tuamu, laksanakan perintahnya karena disana ada ridhoNYA, mudah-mudahan keselamatan hadir dalam hidupmu. Nafkahi lahir dan batin ibumu,ibumu,ibumu dan bapamu.semoga Allah menyertaimu dalam langkah.

Ini tulisan jiwa, seperti mengalirnya tinta diatas sucinya kertas diri.

Mengangap diri pintar adalah kebodohan, menganggap diri suci adalah kebusukan. Menganggap diri besar adalah ketololan. Menyangka paling benar adalah manusia tertipu. Merasa melihat zat Tuhan adalah bencana besar.

Dunia begitu menggoda, wanita begitu merayu, kekuasaan begitu mengasyikan. Berpegang pada agama bisa menjadi boomerang untuk manusia yang kurang yakin pada tuhanNYA Islam bak bara di tangan dipegang tangan terbakar, dilepas Islam padam. Ketakutan miskin menghantui manusia-manusia dungu yang jiwa dipenuhi hasrat saja. Dikhawatirkan hatinya padam dari cahaya kebenaran.Tak menyadari Allah hidup

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: