Oleh: sangabid | Oktober 1, 2009

takut

Takut
Yang kutakutkan bukan orang pintar akalnya
Yang kutakutkan bukan orang intelek
Yang kutakutkan bukan yang luas ilmu
Yang kutakutkan bukan yang giat berharokah
Atau yang pandai beretorika
Apalagi hanya berotot kekar
Aku takut pada yang selalu sujud ditengah hamparan sajadah di temani air mata.
Aku takut pada yang ketika katawadhuan menghampirnya
Ketika keluh kesah sudah tak ada lagi.
Allah menjadikan dia sebagai alatnya

Bercerita tentang air mata seorang anak yang polos dalam fikroh. Nurani yang masih suci seperti bidadari yang tak bisa bicara.
Berkisah tentang sodara yang tertipu nafsu. Dia Hanya seorang anak dan seorang adik paling kecil. Tidak bisa berbuat apa-apa hanya diam dan menangis. Tampaknya Allah begitu menyayanginya. Tak pernah angkuh lebih banyak diam dan hanya nurut.
Tatkala Daun meneteskan air ketika hujan terus mengguyur. Tanah heran ketika air yang tumpah bukan yang biasanya. Ada harum yang keluar dari air ini. Aroma surga yang menetes dalam kesejukan shalat. Menetes untuk keutuhan keluarga. Batu menjadi luluh..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: