Oleh: sangabid | Juli 26, 2010

Fabel cantik Tentang Kota-kota Jiwa (1)

“Dia laksana cahaya yang membuat segalanya dapat di lihat, tetapi CahayaNya sendiri menjadi hijab terhadap CahayaNya. Yang tidak mempunyai batas tampaknya tidak memiliki bentuk, sehingga menjadi tak terlihat. Tetapi Dia nya dalam segala sesuatu: segala yang kita lihat, segala yang kita dengar, segala yang kita sentuh, segala yang kita rasa. Segala yang kita pikirkan, segala sesuatu yang berada di luar dan di dalam diri kita adalah bukan Dia, namun berasal dariNya. Segala sesuatu merupakan bukti keberadaaNya.”

Ketika aku mengembara di dunia fana ini, Allah menunjuki  ku jalan yang lurus. Ketika menelusuri jalan itu di antara tertidur dan terjaga, seolah-olah di dalam mimpi, aku tiba di sebuah kota yang diselimuti kegelapan. Gelap,itu sangat pekat,sehingga aku tidak dapat melihat atau memperkirakan batasnya. Kota ini berisi segala yang di ciptakan. Ada banyak orang dari berbagai bangsa dan suku.Begitu sesaknya jalan-jalan,orang sulit berjalan. Begitu gaduhnya, sehingga orang sulit mendengar ucapan orang lain. Semua perbuatan buruk dari segala makhluk, semua dosa yang kuketahui maupun tidak kuketahui,mengelilingi aku. Dalam rasa takjub dan kagum, aku menyaksikan pemandangan aneh.

Nun jauh di sana, di bagian tengah kota ini, ada kota lain,dengan dinding yang tinggi dan besar.

Apa yang kusaksikan di sekelilingku membuatku berfikir bahwa sejak mulanya,tidak pernah ada sinar dari cahaya matahari kebenaran yang menerangi kota ini. Tidak hanya langit, lorong-lorong,dan rumah-rumah di kota ini yang berada dalam gelap gulita,tetapi para penduduknya bagaikan kelelawar,mempunyai pikiran dan mata hati sepekat malam. Sifat dan perbuatan mereka laksana anjing-anjing liar. Saling menyalak dan menggigit satu sama lain hanya demi sesuap makanan, yang diperebutkan dengan penuh nafsu dan amarah. Mereka pun saling mencabik satu sama lain. Kesenangan mereka adalah minum khamr, dan berhubungan  seks tanpa rasa malu, tanpa membedakan pria dan wanita, istri dan suami, dan sebagainya. Berdusta, menipu, mengumpat, memfitnah, dan mencuri menjadi kebiasaan mereka tanpa rasa  peduli kepada yang lain, sadar atau takut kepada Allah. Banyaknya dari mereka yang mengaku muslim. Sebenarnya, sebagian dari mereka  dianggap sebagai orang bijak- para syekh, guru, ulama, dan dai.

Sebagian mereka yang mengetahui perintah-perintah Allah, tentang yang baik dan halal dalam pandangan Allah, dan mengenai apa yang diharamkan Allah, berupa yang mengatasi hal itu dan menemukan kepuasan di dalamnya dan tak lagi berhubungan dengan penduduk kota itu. Para penduduk kota tidak bersikap ramah terhadap mereka. Aku dengar mereka berlindung di dalam kota berdinding yang kulihat berada di bagian tengah alam ini.

Aku tinggal di bagian luar kota ini untuk beberapa saat. Selama waktu itu, aku bertemu dengan seseorang yang mendengarkan  aku dan memahami apa yang kukatakan. Dia memberitahu aku bahwa ia adalah  Am’marah, kota yang angkuh, kota kebebasan, dimana setiap orang mengerjakan apa yang membuatnya senang. Aku bertanya mengenai keadaan mereka. Dikatakannya bahwa itulah kota tempat bersenang-senang, yang bersumber dari sikap lalai dan alpa. Dalam kegelapan yang menyelimutinya, masing orang-orang mengira  bahwa dialah satu-satunya orang . Aku bertanya kepadanya  mengenai nama pemimpin mereka .Dia memberitahukan  aku bahwa nama pemimpin itu adalah Aql al-Ma’asy. Dia adalah ahli nujum, dukun , pengatur yang mengatur  segala sesuatu, dokter  yamg  menyembuhkan orang yang nyaris mati, raja berilmu yang tiada bandingannya di dunia ini. Para penasihat dan mentrinya disebut Logika. Putusannya ditetapkan atas dasar Hukum Akal Sehat kuno. Pelayanannya disebut imajinasi dan Angan-angan. Dia mengatakan bahwa semua penduduk setia kepada pemimpin mereka, tidak hanya menghormati dan menghargai dia dan pemerintahnya, tetapi juga mencintainya, karena mereka semua merasa memiliki kesaman dengannya dalam sifat, kebiasaan, dan prilaku.

dan kota selanjutnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: