Oleh: sangabid | April 25, 2011

kenapa Kau sembunyikan

Cinta adakah itu?? Ada. Kapan?apakah itu hannya khayalan..

Maulana  dimana kau sembunyikan mahabbahmu.? Syamsi kenapa kau hanya ajarkan untuk rumi.? Kenapa kau buat orang penasaran? Kenapa kau buat tergerak? Apakah itu hanya khayalan. Kenapa hanya para auliya saja? kenapa semua manusia tidak bisa dapat? Atau hanya sekedar mencicipi saja. citamu cinta begitupun aku.

Kabur kemana? Lari kemana? Dibuat aku gila untuk mendapatkannya. Selama ini aku hanya bingung dan rebah tak terarah. Gagap di tengah langkah. Terserah kepada ketidak jelasan.

Ya Allah

Ya Rosulullah…

Kerap ku dibanting kehidupan aku diam.

Aku  diinjak jaman aku diam

Aku dipukul keadaan dan aku diam.

Aku memang tanah tapi aku bisa bergerak.

Padahal sedikit aku bergerak semua akan terperanjak.

Sekali lagi sembunyi dimana engkau kedamaian.? Sembarang aku bergerak. Kaatanya tidak terpengaryh jarak. Katanya tidak bisa di batasi materi. Katanya tidak akan terhanyut waktu. Lalu dimana ? katanya dihati, katanya didalam diri, katanya dekat… katanya,katanya,katanya…. Dimana itu? Diserap zaman atau habis oleh kecintaan dunia atau terlibas keadaan jiwa sendiri.

Yang kupelajari tidak berarti, yang kudapat tidak berdampak aku hanya berdialog sendiri, berbincang tanpa teman berlalri kemana, mengkhayala tiada karuan. Berjalan hanya dengan dua kaki jatuhpun aku sendiri dan sendiri.

Kenapa sufi  hanya teori? Kenapa syariat berat? Kenapa ihsan hanya hiasan? Kenapu jadi lamunan? Kenapa teman hanya sejaman? Realita bukan untuk kata-kata. Sekarang disini, saat ini aku di gerbang pintu yang kalau terbuka akan menambah kebingungan.

Pintu jenar bukan untuk kita. Pintunya untuk dia sendiri. Aku dihadapakan oleh pintuku sendiri pintu sama seperti jenar kebingungan. Tapi mentorku entah siapa? Harus kah aku berujuk kapada buku merah berguru pada Allah. Teman untuk berbagi bukan untuk mengajari. Sahabat bukan tempat debat. Kawan bukan untuk dilawan.

Kesemua manusia harus berbagi, kesekitar alam ikut bersemayam, keluarga adalah tempat bercengkrama.  Di hadapan hembusan nafas dan sunyinyai malam dada berguncang lagi. Tuhan maafkan hamba. Tuhan kuatkan hamba.. harapMu inginya harapku. Inginku inginya inginMu. mauMu maunya mauku. Selama ini egoku menyelimuti  kejernihan dan kesabaran.

Keresahan menghampiri dimana saja dan dating tak kita duga. Tuhan selalu mengajak kita untuk lebih dewasa.  Kearah mana ita menghadap harapan selalu berbanding dengan tantangan. Sukses manusia adalah ujian untuk bisa kembali seperti orang mati. Kuat kan jiwa ini ya Robb..

Salam sejahtera untuk kekasihMu  ya Habibullah ya musthofa.. ijinkan aku bisa bersama nya kelak.

Disini aku ditinggal sendiri. Sendiri dan menyepi. Ruh bersemyam didalam not-not jari,otak dang a tau apalagi.  Oh bersama tulisan ini. Ini,ini… segalanyaaa  habis disini dan tercurah disini juga. Romeo kenapa kau simpan cintaMu pada Juliet?

Kenapa Uang jadi rujukan orang?

Kenapa orang begitu ingin dihargai?

Kenapa  senang diakui?

Kenapa kecantikan dan kekuasaan begitu menggoda..

Salahkah …

Mengapa kita jadi rakus? Kenapa mudah sekali iri? Kenapa yang dilarang begitu mudah…

Kenapa harus marah? Kenapa seperti kayu bakar kering. ? kenapa kenapa?

Selamat bingung membaca tulisan ini. Tulisan ini terus mempertanyakan kebingungan. Kebingungan yang belum terjawab karena bukan untuk dijawab juga. Dijawab juga percuma malah menambah kebingungan baru.

Meledak kekumatan ini hanya oleh sebuah peristiwa sepele, rapuh banget ya.. bego memang tapi gimana lagi. Walau integritas katanya lebih baik tapi hanya melelahkan jiwa. Jujur saja walau lewat tulisan. Itulah selemah-;emah iman. Iman yang begitu dangkal.

Biar mereka bicara telinga kita tekuci. Tetap langkah jangan hentikan, jiwa ini milik kita. Ya milik kita.. terserah mau di definisikan apapun. Kita pengendali, kita yang bertanggung jawab semua. Silahkan semua mau seperti apa dan bagaimana bebas mau apa saja tapi siaplah atas yang akan terjadi kelak.  Mau jadi orang baik atau jadi penjahat sekalipun terserah semua hak anda semua anda  tapi siap saja timabl balik yang akan terjadi.

Jangan menuding, jangan menyalahkan, jangan merusak karena semua karena anda sendiri. Anda harus terima pahit dan manisnya. Suka dan dukanya.  Silahkan mau jadi ulama atau jadi pelacur sekalipun tapi anda harus siapakn hukum Tuhan  yang mengolah tindakan anda. Logikanya dan kita dapat melihat dengan jelas  Mana hitam dan putih itu.

Serdadu seperti peluru. Serdadu seperti belati. Tak punya hati. Namun  serdadu tetap serdadu dia bergerak sesuai perintah yang diatas. Tidak pernah tidak. Tanpa ragu tanpaaaaa malu..

Tapi teringat pengamen cicalengka-padalarang berkorban rasa malu untuk receh dari pennumpang. Tapi semua dia jalani demi sesuatu yang entah buat apa. Kitapun sama merelakan diri kita demi receh yang juga entah apa.  Berputar bolak-balik  disana. Tanpa ujung seperti lingkaran setan, menyiksa jiwa melelahkan raga.

Semua berujung “ aku tidak tahu”

Kita hanya diam dan menuggu. menujuNya bukan dengan ilmu atau dengan kemampuan kita.

Kita berserah diri biarkan Dia menarik ruh ini.

Tuhan …

Hari semakin malam aku belum tenang. Sebuah headphone kutempelkan lumayan sedikit membantu. Telingaku terobati okeh senandung Ketuhanan.

Keiinginanku agar aku tak punya keinginan selain hanya inginNya. Harap ku tak ada kecuali harapanNya.

“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,”  al Hujuraat ayat 7

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: