Oleh: sangabid | Juni 1, 2012

Fatimah Azzahra dan wanita sekelilingku

Fatimah Azzahra 

Sudah dua kali saya membaca biografi Fatimah Azzahra namun rasanya masih terselip dalam dada untuk ingin lebih tahu tentang beliau . karena huruf-huruf yang  saya baca  tidak mungkin bisa mewakili  semua kisah tentang putri Rosulullah ini.

Dia wanita teladan sepanjang masa menyakitinya berarti menyakiti ayahnya dan Menyakiti Rosul berarti menyakiti Allah. Dia seolah tercipta untuk nabi setelah nabi wafat tidak lama setelah itu beliau menyusul.

Dia yang mengurus Rumah setelah di tinggal sang ibu tercinta Khadijah. Buah hati nabi setelah sang Istri Tiada. Didikannya adalah langsung dari nabi. Dia wanita teladan sepanjang Zaman.

Diriwayatkan bahwa Nabi pernah berkata sambil menggandeng tangan Fatimah “barang siapa telah mengenal anak  ini berarati ia telah mengenalnya, barangsiapa belum mengenalnya maka ia adalah Fatimah binti Muhammad. Ia adalah darah dagingku jantung hatiku dan jiwaku yang berada dilambungku. Menyakitinya berarti menyakitiku dan menyakitiku berarti menyakiti Allah”

Rosulullah saw mengatakan “ cukuplah bagimu wanita disleuruh alam dengan  Maryam binti  imran Khadijah binti Khuwailid, Fatimah Binti Muhammad dan Asiyah binti Muzahim”

Beliau mengatakan “ Fatimah adalah adalah sebaik-baik wanita ahlli surga”.

Abu ja’far al-baqir ditanya “mengapa Fatimah dinamakn Azzahra? “ ia menjawab “ karena Allah SWT menciptakannya dari cahaya keagunganNya . Ketika ia bersinar Ia menerangi langit dan bumi dengan cahayanya menutupi pandangan para malaikat. Lalu mereka sujud  kepada Allah dan bertanya “ Tuhan kami dan junjungan kami cahaya apakah ini?maka Allah  menjawab “ ini adalah cahaya dari cahayKu, aku tempat ia dilangitKu dan Aku ciptakan Ia dari keagunganKu. Aku keluarkan Ia dari sukbi nabiKu  yang Aku utamakan atas sekalian Nabi dari cahaya itu Aku kelurakan imam-imam yang akan menjalankan perintahKu, memberikan petunjuk kepada mahkluk dan Aku jadikan mereka khalifah-khalifahku di bumiKu setelah terputusnya WahyuKu’ “

 

 

Istriku     

Saya tidak tahu kenapa ia mau menerima sebagai suaminya sampai sekarang saya belum tahu. Ketika saya mulai serius untuk mengajak dia menikah saya tidak punya yang jelas walupun sampai sekarang seperti itu. Kuliahku juga tidak kelar hanya sampai tiga semester di UPI. Yang uang tidak jelas harta apapun saya tidak punya. Harta yang saya anggap paling adalah buku-buku di kamarku, buku yang menjadi teman ketika saya kesepian. Motor Yamaha yang selaly menemaniku kemanapun saya pergi. Sampai istriku suka curiga ketika “ pergi sama siapa?”  saya jawab “ pergi sama si vega”. Hampir kemana saya pergi bersama motor itu. Motor kecil hasil cicilan dari selama tiga tahun. Harta yang saya paling berharga adalh hp butut yang beratnya tiga kali hp biasanya. Namun dari HP itu saya bisa menjelajhi Kediri sampai padang. Saya masih ingat ketika dia dipadang tidak pernah satu hari saya SMSan kepadanya. Lewat HP jelek itulah saya tahu dia sudah makan atau belum, lewat itu saya tahu dia lagi bekerja atau sudah pulang kerja lewat HP  aku dia menangis atau tertawa, lewat  HP jadul itu saya terus berdebar ketika mendengar isakan tangisnya. Pertama saya pakai mentari lama kelamaan tanpa saya sadari saya ganti menjadi sesuai dengan no yang dia punya. HP itu tidak mungkin saya jual karena tidak mungkin da orang yangmau membelinya. Harta yang saya anggap paling adalah computer Pentium tiga. Computer yang saya beli lewat seorang sepupu yang saya cicil juga  sisanya saya bayar dengan HP. Lewat computer itu saya bisa menulis semua perasaanku. Saya mencatat semua ide yang saya dapat dari semua literature. Lewat computer itu saya membuat “Sangabid” kemudian saya berikan menjadi semua mahar yang paling berharga. Setiap ada hal yang tidak saya ucapkan secara Verbal saya tuliskan lewat kemudian saya melalui email. Saya bukan orang yang romantis saya hanya hanya menuliskan melalui huruf-huruf dan tulisan. Saya akan sangat grogi ketika berbicara masalah perasaan dengan istriku. Mungkin itulah lelaki. Saya dibesarkan dalam keluarga hanya ema yang perempuan kakakku semua lelaki yang tidak tahu bagaiman memperlakukan wanita dengan baik. Adikku trlahi masih kecil karena dia lahir saat saya sudah SMA. Sekarang setelah saya menikah dengannya saya tahu bahwa wanita adalah makhluk halus bahkan lebih halus dari mahluk halus lainnya. Computer itulah macomblang yang selalu mendampingiku ketika semua perasaan tak bisa saya ungkapkan.

Hanya itu harta saya buku,HP dan computer. Sekali lagi saya tidak tahu kenapa dia mau menerima saya seperti ini. Kata orang jika memilih pasangan lihat lah hartanya, keturunannya, rupanya dan agamanya. Sudah jelas harta saya tidak seberapa.  Pekerjaanku tidak jelas. Saya bukan keturunan orang kaya apalgi pejabat. Ibu lulusan SD bapak juga sama. Hartanya hanyalah rumah 10tumbak yang dibuat kamar kos-kosan untuk menutupi makan sehari-hari.  Ema hanya ibu rumah tangga biasa. Bapak kadang kerja kadang tidak. Walaupun sampai sekrang saya tidak mengerti banyak orang seneng mampir kerumah kadang ikut makan kadang Cuma nongkrong. Rupa, hmm tidak terlalu ganteng tapi aku sedikit lebih tinggi dari orang. Di sekolah kadang saya suka disebut petinggi disekolah makanya harus pasang lampu atau pasang jam dinding saya yang menjadi andalan. Agama; semua semakin tidak jelas sholeh disebelah mana saya. Kalau ditanya masalah hadist, Qur’an, fiqh, nahwu, shorof, tahsin, tasawuf, mantiq, da’wah, teologi, saya angkat tangan.

Saya mungkin diberi sedikit kelebihan sabar oleh Allah.  Saya mungkin kelebihan semangat rasa ingin tahu untuk belajar, saya DIberi kelebihan terbuka terhadap semua ilmu.

 Sampai sekarang saya masih tidak tahu kenapa dia mau menrima saya menjadi suaminya. Saya tahu banyak lelaki  yang senang pada dia, yang lebih kaya lebih hebat lebih pintar lebih soleh.

Masih saya ingat dikepala pertama saya lihat di Turangga dia menggunakan kerudung warna Ungu. Terlihat lebih elegan dan berwibawa. Saya juga masih ingat ketiak ia meniggalkan Bandung dengan kahuripan  kerudungnya  abu telor asin tanpa bros.  Sampai sekarangpun ia pintar sekali memilih kerudung walau kadang menghabiskan waktu di depan cermin.  Saya hanya mengintp dari dalam ketika ia sedang menungggu dikursi depan.  Saya tidak  tahu apa yang dipikirannya yang saya hanya tahu pikiran saya sendiri waktu itu mudah-mudahan diterima.

Masih menjadi olokan kita sampai sekarang katika saya sedang rapat waktu rada malam mungkin jam 8 atau jam 9 ketika serius rapat dengan teman-teman Alang  dia datang  dari arah luar dengan seorang lelaki langsung seolah ada yang menyruduk dalam dada. Berefek kemuka  menjadi merah dan mata sayu. Dia  jalan tertunduk dan cepat masuk kedalam malu atau apalah saya juga tidak tahu. Namun saya juga heran kenapa saya harus cemberut. Wong kita tidak ada apa-apa.. sekarang saya mulai tahu itulah yang nama LOVE. Tidak berupa kata kesepakatan tapi bahasa rasa yang tidak mudah untuk diucapkan dengan lidah.

 Dialah wanita yang menerima saya apa adanya. Namun saya tidak mau memberi apa adanya saya memberi yang terbaik walau sampai sekarang saya tidak tahu kapan yang terbaik saya berikan. Sampai sekarang saya masih merasa berdosa, kenapa saya menyia-nyiakan.

Saya bukan Ali namun saya ingin seperti Ali seperti dia ingin seperti Fatimah. Saya ingin menjadi pemimpin yang baik yang bisa membawa rumah ini kedalam surgaNya.   

Itulah istriku wanita yang telah Allah turunkan untuk aku, untuk jadi ibu dari si keceil Avecenna.  Dia inspirator dan motivator. Dia kawan ketika semua orang menjauhiku. Mengutip Sheila On seven dia “Anugerah terindah yang pernah kumiliki”

Menuju ikatan yang suci tidaklah mudah. Mungkin saya yang paling lama menanti hal itu diantara teman-teman yang lain. Saya sering bergaul dengan temen-temn aktivis yang begitu cepat ada kenal sebulan jadi dua bulan jadi, ada yang menikah bulan Ramadhan. saya mennati hal ini hamper lebih dari setahun mungkin hamper dua Tahun. Agustus 2007 saya secar formal mengajak menikah dan juli 2009 tanggal 25 ikatan itu syah menjadi suci. Terimakasih TUHAN.

Sekarang kita bersama ditemani sikecil Cenna.  Sebuah asa yang tak bisa dibayar dengan apapun. Secara harta mungkin kita tidak melimpah Tapi saya selalu bersyukur atas Nikmat yang Allah berikan. Ilmu dan spiritual kita semakin bertambah. Minggu pagi saya dan keluarga selalu menyempatkan diri untuk hadir di majelis ilmu. Majelis pecinta Nabi.

Avicenna Sangabid Annavi

Dia adalah ketika tidak adalagi yang bisa diharapan.

Dia nyanyian dari surga dengan suara  bisa  menghangatkan seluruh ruangan. 

Tangisannya adalah do’a.

Ocehannya adalah rahmat.

Teriakannya adalah semangat.

Tingkahlakunya adalah sinyal dari Tuhan untuk orangtuanya.

Ketika usia kehamilan semua memprdiksi ini pasti anak laki-laki.  Bahkan neneknya pernah bermmimpi ini itu yang artinya kelahirannya adalah lelaki. Saya USG kebidan di Bandung namun kelaminnya tidak kelihatan katanya bayinya Tidak mau diam. Mungkin sudah tidah sabar ingin melihat orang tuanya atau dia gelisah karena harus masuk kea lam dunia yang penuh dengan ketidak jelasan.  Saya siapkan Averous nama yang saya ambil dari seorang ilmuwan muslim nama aslinya Ibnu Rusd namun karena lidah orang bule namanya menjadi Averous. 

Ternyata USG yang kedua di Kediri terlihat bayinya adalah lelaki karena saat itu menjelang kelahiran saya mulai menyiapak lagi namanya  namun membuat nama tidak semudah itu. Nama adalah Doa,doa akan membentuk sikap dan sikap akan membentuk karakter. Nama pertama adalah Avicenna Putri Sang abid nama yang lain Avicenna Sangabid Annavi. Keduanya sama mengandung Avicenna Dan ada Sangabidnya. Avicennna… lanjutin bun…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: